I Saw The Devil adalah film psikopat dengan thriller aksi yang mendapat banyak pujian. Film satu ini juga ditayangkan perdana pada Sundance Film Festival 2011. 2. Ichi The Killer. Baca Juga: 5+ Cara Langganan Disney+ Hotstar, Bisa Nonton Gratis Drama Korea Snowdrop! 3. Rumah Dara. Foto: Rumah Dara (Themoviedb.org) FilmI Saw the Devil ini menceritakan tentang pembunuhan seorang perempuan hamil yang merupakan kekasih seorang agen rahasia. Film I Saw the Devil ini diperankan oleh Lee Byung Hun, Choi Min Sik, Jeon Kuk Hwan, dan Oh San Ha. Awalnya, film I Saw the Devil memiliki judul awal yaitu 'Subtropical'. Proses syuting dilakukan pada Februari 2010. Berikutadalah 5 film pembunuhan berantai Korea Selatan terbaik yang pernah ada. 1. I Saw the Devil. I Saw the Devil menceritakan tentang pembunuh berantai yang kejam bernama Kyung-Chul (Choi Min-Sik). Di suatu hari, Kyung-Chul membunuh istri seorang agen rahasia Kim Soo-Hyun (Lee Byung-Hun) yang tengah hamil. Vay Tiền Trả Góp 24 Tháng. I Saw the Devil 2010 Kyung-chul is a dangerous psychopath who kills for pleasure. He has committed infernal serial murders in diabolic ways that one cannot even imagine and his victims range from young women to even children. The police have chased him for a long time, but were unable to catch him. One day, Joo-yeon, daughter of a retired police chief becomes his prey and is found dead in a horrific state. Her fiance Soo-hyun, a top secret agent, decides to track down the murderer himself. He promises himself that he will do everything in his power to take bloody vengeance against the killer, even if it means that he must become a monster himself to get this monstrous and inhumane I Saw the Devil 2010, merupakan film populer yang dirilis di South Korea dan didukung aktor ternama seperti Cheon Ho-jin, Choi Min-sik, Jeon Kuk-hwan, Kim Yoon-seo, Lee Byung-hun, Nam Bo-ra, Oh San-ha yang bergenre Thriller dan di sutradarai oleh Jee-woon Kim, dengan durasi film mencapai 144 min. Nonton film I Saw the Devil 2010 kualitas HD cukup menarik dan menghibur untuk di tonton bersama teman atau keluarga. Photo by google Awalnya karena rekomendasi dari teman aja sih nontonnya, kurang begitu suka dengan film yang sadisnya kelewat banget, suka action tapi yang wajar aja ngeliat darahnya. Antara mau udahan sama penasaran, sewaktu di awal udah diliatin adegan pukul memukul dengan sadisnya. Entah apa yang merasukiku untuk akhirnya terus nonton sampai selesai. Aku cuma mau bilang kalau kalian takut darah, enggak tegaan, jangan maksa buat nonton yaa. Ini film sadis banget, aku nonton sambil ngerjakan tugas. Jadi setiap kali mulai adegan sadisnya aku lepas headset dan ga ngeliatin secara langsung, jadi liatnya samar-samar atau sambil lalu, enggak tegaan tapi dalam benak aku saat nonton sudah tersetting bahwa ini film bukan beneran itu cuma adegan tapi aduh kenapa seolah nyata yaa, hehehee… Film yang bermula dari sebuah dendam membara, ingat bahwa ada tertulis jangan biarkan amarahmu menyala hingga fajar terbenam, maksudnya kalau kita marah dan kesal ya udah jangan disimpan nanti bisa jadi dendam dan akibat dari dendam bisa menimbulkan sesuatu yang lebih murka, ga akan ada selesainya. Apalagi dendamnya sama seorang psikopat, tahukan apa itu psikopat. Nah sepanjang film I Saw The Devil aku malah sedang bertanya-tanya sebenarnya siapakah yang psikopat, Menurutku si pembuat film keren banget, nah dia berhasil menghidupkan tokoh yang baik-baik saja menjadi seorang monster yang menyeramkan seramnya melebihi psikopat itu sendiri. Photo by google So dari cerita film I Saw The Devil aku sih belajar memaknai bahwa dalam kehidupan enggak usah terlalu menanggapi serius orang-orang yang sengaja memancing emosi kita. Jadi selama masih jadi manusia aku yakin masih ada batas sabarnya, nah kalau kita merasa enggak bisa mendingan menjauh saja. Selain itu, aku juga belajar dalam hidup ada orang-orang yang begitu membahayakan juga, nah udahlah ga usah berurusan dengan mereka, sewajarnya saja, iya in saja. Aku juga mempercayai kalau setiap manusia memiliki sisi monster dalam dirinya, ada yang nampak begitu jelas, ada yang samar, ada pula yang tidak terlihat. Namun kesemuanya itu berpotensi untuk menjadi ganas dan liar kalau suatu ketika tersentuh tersentil dan kita enggak bisa menggendalikan. Karenanya penting untuk mengetahui setiap kelemahan dalam diri dan bagaimana treatmentnya, Filmnya sadis dan berdarah-darah, aku ga ceritakan karena bisa mual-mual, kalau emang ga kuat buat ngeliat ga usah dipaksa, tapi pesan yang disampaikan begitu keren dan sangat jadi reminder untuk diri sendiri sih. Sekali lagi aku mereview film bukan untuk spoiler namun lebih menuliskan pesan apa yang aku bisa dapetin setelah nonton sebuah film. Karena bagiku nonton film adalah salah satu caraku untuk merefleksi, juga connecting with God.

nonton film i saw the devil